Sumber Gambar : Kontan.com
Menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini sebesar 1,28 % ke level 5.881,76 membawa angin segar bagi investor dalam negeri. Bahkan sehari sebelumnya IHSG berturut-turut bergerak di zona merah. Memang sudah waktunya pasar yang bergejolak ini kembali kejalurnya yang tepat. Tidak kondusifnya pasar disebabkan adanya faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi perekonomian Indonesia.
Menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini sebesar 1,28 % ke level 5.881,76 membawa angin segar bagi investor dalam negeri. Bahkan sehari sebelumnya IHSG berturut-turut bergerak di zona merah. Memang sudah waktunya pasar yang bergejolak ini kembali kejalurnya yang tepat. Tidak kondusifnya pasar disebabkan adanya faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi perekonomian Indonesia.
Perang dagang
yang terjadi antara USA dengan Cina, membuat pasar diindonesia tidak kondusif. Bahkan
hal ini juga didorong dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang
asing. Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar, bahkan menyentuh 14.370,
ini merupakan penurunan terburuk terhadap mata uang rupiah.
Dampaknya banyak
harga saham yang jatuh, bahkan untuk saham-saham besar sekali pun tidak luput
dari adanya perang dagang ini. Asing pun bereaksi dengan menjual saham-saham
yang berkapitalisasi besar (big cap),
sebut saja saham berkode emiten BBRI, ASII, TLKM, BBNI dan BMRI.
Kesempatan publik
pun terbuka untuk mengkoleksi saham –saham yang berkapitalisasi besar tersebut,
karena harganya saat ini sudah terlampau murah. Harga yang murah tentu menarik
minat untuk dikoleksi. Kini waktu mulai menunggu apakah IHSG akan kembali
tergerus, mengingat perang dagang kembali berlanjut.
