sumber gambar : Kontan.com
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG) diakhir pekan cukup memuaskan. Pergerakan yang sempat naik turun itu
ditutup melemah 0,04% di Level 5.924,12. Pergerakan yang tidak stabil namun
berpotensi naik, diakibatkan oleh aksi jual investor asing yang mencapai Rp
1,34 Triliun.
IHSG berpotensi menembus 6000 pada bulan
ini seiring dengan adanya rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia Kuartal III –
2017. Namun bukan hanya itu saja yang menjadi dorongan IHSG makin melambung.
Pelantikan Gubernur DKI Jakarta dan awal masa kepemimpinannya akan mendorong
pergerakan IHSG kearah positif. Meski diwaktu Pilkada DKI Jakarta lalu, IHSG
tidak terlalu berpengaruh namun diakhir masa pergantian pemimpin DKI Jakarta
ini Pergerakan IHSG sedikit demi sedikit makin naik. Iklim positif politik
didalam negeri, sangat mendukung pergerakan IHSG dibanding saat penyelenggaraan
Pilkada. Saat Pilkada banyak investor asing yang menahan untuk membeli akibat
isu politik dalam negeri yang tidak stabil.
Hal ini dimungkinkan IHSG dalam waktu
bulan ini akan menembus angka 6000. Sebab pada bursa saham Amerika Serikat
akhir pekan lalu (jum’at 13/10) naik. Indeks S&P 500 naik 2,3 poin di level
2.553,23 dan Nasdaq Composite naik 12,44 poin di level 6.603,95. Selain
tingginya Indeks saham tersebut juga didukung laporan penjualan ritel yang
positif.
