IHSG Tembus 6.000 : Ini Emiten BUMN yang Aman Untuk Dipilih



Sumber Gambar: Kompas.com


Tembusnya Index Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 6.000, akankah berdampak pada emiten BUMN pilihan kita. Selama ini pembelajaran pemilihan saham aman jatuh kepada saham LQ45 dan saham-saham BUMN. Total 22 Emiten BUMN sudah tercatat dipasar saham Indonesia, kehadiran PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) ke BEI menggenapkan jumlahnya. Terdapat 14 saham BUMN yang masuk dalam Index LQ45 periode Agustus 2017 – Januari 2018. Ke-14 emiten itu adalah :


PT. ADHI KARYA TBK (ADHI), PT. ANEKA TAMBANG TBK (ANTM), PT. BANK NEGARA INDONESIA TBK (BBNI), PT. BANK RAKYAT INDONESIA TBK (BBRI), PT. BANK TABUNGAN NEGARA TBK (BBTN), PT. BANK MANDIRI TBK (BMRI), PT. JASA MARGA TBK (JSMR), PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA TBK (PGAS), PT. TAMBANG BATU BARA BUKIT ASAM TBK (PTBA), PT. PP TBK (PTPP), PT. SEMEN INDONESIA TBK (SMGR), PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK (TLKM), PT. WIJAYA KARYA TBK (WIKA), PT. WASKITA KARYA TBK (WSKT)


Dari ke14 emiten diatas ada yang bagus dan ada yang mengalami penurunan nilai. Namun jika masih dalam index LQ45, emiten diatas masih aman untuk dipilih. Perlu dicatat sebelumnya untuk emiten BANK masih dibilang bagus, karena tren positif transaksi keuangan terus dicatatkan. Untuk emiten pertambangan, sekarang adalah waktu yang tepat untuk membeli sebelum melambung diatas 15.000/lembar(PTBA). Saham infrastruktur dan pembangunan(konstruksi) masih aman untuk dilihat beberapa minggu kedepan, walaupun ada pengaruh pesimistis pergerakan saham konstruksi. Kebijakan pemerintah yang berusaha untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dapat membawa pengaruh yang positif terhadap perbankan, pertambangan dan konstruksi,