Gambar: salah satu dampak akibat serangan cyber di ukraina
Sumber : https://kumparan.com/maria-duhita/serangan-siber-kembali-menyerang-eropa
Setelah beberapa lalu muncul serangan virus terhadap dunia maya, yang dikenal dengan Ransomware Wannacry. Kini serangan virus tersebut kembali muncul, dan melanda negara-negara di Eropa.
Sebelumnya virus Ransomware membuat gempar dunia akibat serangannya. Bagaimana tidak, akibat dari serangan ini banyak perusahaan yang terganggu dan bahkan ada yang mengatakan ini akhir dari pengguna Microsoft. Perusahaan Microsoft sendiri terus berbenah untuk menghilangkan serangan ini. Karena serangan virus yang terjadi hanya menyerang software yang dikeluarkan oleh Microsoft.
Saat ini virus yang kembali menyerang Eropa dikenal dengan Petrwrap. Petrwrap merupakan versi terbaru dari Ransomeware yang telah dijinakkan bulan lalu. Cara kerjanya terbilang sama, karena setelah virus berhasil menyerang komputer. Komputer akan dibekukan, sehingga tidak dapat membuka file yang terdapat dalam komputer. Kemudian sistem didesktop akan kembali menampilkan ancaman agar membayar uang tebusan yang harus dibayarkan berupa Kripto Bitcoin.
Virus ini awalnya menyerang Rusia dan Ukraina kemudian menyebar ke Eropa Barat dan Amerika Utara pada hari selasa (27/06/2017). Bank Sentral Ukraina berhasil terkena serangan ini, bahkan bandara, lokasi nuklir dan perusahaan multinasional lainnya.
Indonesia belum terdampak akibat serangan ini, karena sebagian besar kantor pemerintahan masih offline dan sejumlah perusahaan multinasional lainnya. Libur hari raya yang berlaku disemua negara muslim dapat menghambat menyebarnya serangan virus ini. Sejauh ini belum ada berita yang melaporkan terdapat serangan yang melanda indonesia.
Berita serangan ini disampaikan bagi pengguna produk Microsoft, dikarenakan beberapa bulan lalu sistem SMB(Server Message Block) telah dicuri dari perusahaan microsoft. Orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan sistem ini untuk memblock perangkat yang digunakan untuk meminta uang tebusan dan mengirimnya melalui Bitcoin.
Sebelumnya virus Ransomware membuat gempar dunia akibat serangannya. Bagaimana tidak, akibat dari serangan ini banyak perusahaan yang terganggu dan bahkan ada yang mengatakan ini akhir dari pengguna Microsoft. Perusahaan Microsoft sendiri terus berbenah untuk menghilangkan serangan ini. Karena serangan virus yang terjadi hanya menyerang software yang dikeluarkan oleh Microsoft.
Saat ini virus yang kembali menyerang Eropa dikenal dengan Petrwrap. Petrwrap merupakan versi terbaru dari Ransomeware yang telah dijinakkan bulan lalu. Cara kerjanya terbilang sama, karena setelah virus berhasil menyerang komputer. Komputer akan dibekukan, sehingga tidak dapat membuka file yang terdapat dalam komputer. Kemudian sistem didesktop akan kembali menampilkan ancaman agar membayar uang tebusan yang harus dibayarkan berupa Kripto Bitcoin.
Virus ini awalnya menyerang Rusia dan Ukraina kemudian menyebar ke Eropa Barat dan Amerika Utara pada hari selasa (27/06/2017). Bank Sentral Ukraina berhasil terkena serangan ini, bahkan bandara, lokasi nuklir dan perusahaan multinasional lainnya.
Indonesia belum terdampak akibat serangan ini, karena sebagian besar kantor pemerintahan masih offline dan sejumlah perusahaan multinasional lainnya. Libur hari raya yang berlaku disemua negara muslim dapat menghambat menyebarnya serangan virus ini. Sejauh ini belum ada berita yang melaporkan terdapat serangan yang melanda indonesia.
Berita serangan ini disampaikan bagi pengguna produk Microsoft, dikarenakan beberapa bulan lalu sistem SMB(Server Message Block) telah dicuri dari perusahaan microsoft. Orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan sistem ini untuk memblock perangkat yang digunakan untuk meminta uang tebusan dan mengirimnya melalui Bitcoin.
