gambar Via Beritahariini.
Saat sesi perdagangan pertama dibuka tepat pukul 09.00 WIB, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) cukup meyakinkan dengan menguat di level 5.730. bahkan IHSG menembus rekor sejarah yang tercipta beberapa pekan lalu saat ditutup di level 5.726. namun harapan publik yang tinggi tentang kembali menguatnya IHSG dan mampu memecahkan catatan sejarah beberapa hari lalu harus kandas. Sebab perlahan-lahan IHSG bergerak melemah hingga di tutupnya sesi perdagangan pertama, yaitu IHSG berada dilevel 5.703.
Saat sesi perdagangan kedua dibuka IHSG makin melemah, tercatat di level 5.701. selanjutnya pergerakan IHSG makin turun ke angka 5.694, namun perlahan-perlahan mencoba menguat kembali diangka 5.704, dan seterusnya bergerak stabil diangka 5.700 hingga ditutup turun 0,19% dilevel 5.697. melemahnya pergerakan IHSG ini disebabkan oleh suasana politik yang terjadi saat pelaksanaan sidang vonis Basuki Tjahaja Purnama(Ahok) dalam kasus penodaan agama. Vonis Ahok sendiri, sebenarnya tidak terbukti pada dakwaan pertama yang dituduhkan yaitu Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. maka dalam vonis bersalah, jaksa hanya menuntut dengan Pasal 156 tentang pernyataan permusuhan dan kebencian terhadap terhadap suatu golongan. Sehingga penodaan agama yang dituduhkan terhadap Ahok tidak terbukti, Vonis tersebut mempertegas delik penodaan agama rentan digunakan sebagai alat penundukan bagi siapa pun dan untuk kepentingan apa pun(Liputan6.com).
Proses melemahnya IHSG
Saat sesi perdagangan pertama, udara segara dihembuskan oleh performa IHSG. Namun saat memasuki proses persidangan dan divonis 2 tahun penjara yang dijatuhkan oleh majelis hakim, membuat performa IHSG melemah. Meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar menguat diangka Rp13.314, namun tidak didukung dengan performa baik IHSG hari ini yang cenderung melorot. Pengaruh terbesar pergerakan IHSG hari ini adalah suasana politik dalam negeri terkait vonis kasus penodaan agama yang dituduhkan terhadap Ahok. Tingginya para investor asing yang menanamkan modalnya di indonesia membuat penahanan laju pergerakan IHSG, dan berakibat IHSG melemah 0,19%. Pada saat sesi perdagangan kedua yang dibuka pada pukul 13.35 WIB, makin melemah dan berangsur-angsur stabil di level 5.700 dan ditutup di level 5.697. namun banyaknya dukungan terhadap Ahok dan adanya upaya banding membuat laju IHSG stabil dilevel 5.700. sementara itu dikutip dari BBC “Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan, pemerintah akan menon-aktifkan Basuki Tjahaja Purnama, sesudah gubernur Jakarta itu ditahan. Hari ini pemerintah akan mengirim surat ke Pengadilan, meminta salinan keputusan, dan perintah tindak lanjut dari putusan tersebut. Selanjutnya, Kemendagri akan menugaskan Wakil Gubernur DKI sebagai pelaksana tugas Gubernur Jakarta, sampai Oktober, habis masa bakti Pak Ahok-Djarotz”.
