Gambar Via Liputan6.com
Masih belum terlalu lama serangan Ransomware Wannacry yang beredar dan meresahkan dunia, kini terdapat lagi yang cukup hebat membuat gelisah para masyarakat, yaitu kemunculan narkoba jenis baru. Banyak video beredar yang mempertunjukkan aksi pemakai narkoba jenis baru ini, beredar luas didunia maya. Narkoba jenis baru ini bernama Flakka, yang merupakan bahan aktif senyawa kimian yang disebut alpha-PVP.
Zat ini dibuat di negara Tiongkok dan Pakistan. Penyebab yang ditimbulkan pemakai Flakka ini seperti mirip Zombie. Pengguna narkoba jenis baru ini tidak sadar dan seluruh tubuhnya dipengaruhi zat berbahaya tersebut(Flakka). Pengguna bertingkah aneh, berontak, menyerang dan menyakiti diri sendiri. Banyak video di youtube yang mempertontonkan pengguna yang sudah memakai narkoba jenis baru tersebut. Selain memberikan efek halusinasi parah, zat kimia yang timbul dari penggunaan tersebut dapat menyebapkan efek berantai yang menimbulkan prilaku tak terkontrol.
Awal mulanya Flakka ditemukan untuk keperluan medis. Namun ketika digunakan sebagai obat-obatan terlarang tercipta diAmerika Serikat, dimana dahulu anak-anak jalanan yang ada di Amerika sering menyalah gunakan obat tersebut. Anak jalanan yang dimaksud adalah gelandang dan pengemis yang berada di Amerika Serikat. Tujuan penggunaan obat tersebut adalah agar mereka merasakan rileks. Flakka ini sangat mudah didapat dinegara Amerika Serikat, dan mengapa yang menggunakan obat ini kebanyakan anak jalanan; karena obat tersebut dijual sangat murah. Hal ini lah yang mendorong para anak jalan di Amerika untuk menggunakannya. Selain membuat rileks, obat ini juga memiliki efek jangka panjang.
Harga obat ini sangt terjangkau, yaitu berkisar Rp. 64.000 per kemasan langsung pakai(www.anehdidunia.com), namun efek yang ditimbulkan sangat membahayakan. Hal ini berbanding terbalik dengan narkoba jenis lainnya yang berharga tinggi, tetapi tidak memiliki efek sedahsyat ini. Narkoba semakin murah, maka penyebarannya semakin cepat pula. Selain harga murah, narkoba jenis baru ini dapat menyebabkan kematian yang tinggi. Ini diakibatkan jika pemakai menggunakannya dan tidak dapat mengontrol dirinya hingga membahayakan keselamatannya sendiri.
Sampai saat ini belum ada pemberitaan yang memberitakan pengguna Flakka diindonesia. namun BNN menduga Flakka ini sudah beredar di indonesia. Sebenarnya narkoba jenis baru ini, sudah beredar pertengahan september tahun 2016. Saat itu pihak kepolisian Amerika Serikat menangkap seorang yang berusaha merusak pintu penahan badai, setelah ditangkap pelaku mengakui jika saat itu dia dalam pengaruh obat(Flakka).
