Diawal tahun 2017 masyarakat dikejutkan dengan berbagai macam kenaikan harga,
1. Listrik
mulai dari Listrik yang naik hingga 30%. listrik yang tiap hari kita nikmati, kini mulai mengalami kenaikan, sugguh memberatkan bagi kalangan bawah. Mungkin kita akan kembali di zaman penjajahan belanda- jepang, yang mayoritas masyarakat miskin menggunakan obor sebagai penerangan di malam hari. Mungkin yang ini lebih tepat untuk menghemat energi yang di gembar gemborkan.
2. Surat Kendaraan
lalu disusul tarif surat kendaraan naik hingga 300%, ha....!!
kita harus jalan kaki lagi atau bagaimana. Apa masyarakat yang mampu saja yang diperbolehkan mempunyai kendaraan atau bagaimana solusinya..
3. Cukai Rokok
cukai rokok naik 10,54%, ini sih buat yang gak ngerokok gk msalah, tapi buat penggangguran yang ngerokok masalah besar. Bagaimana tidak, kenaikan cukai rokok mendorong harga rokok merangkak naik.
4. BBM non Subsidi
Harga BBM(Bahan Bakar Minyak) Non Subsidi naik, BBM naik bukan hal yang aneh. Tetapi sudah dari tahun lalu juga naik-turun harganya, Tetapi keseringan naik. Sebenarnya BBM merupakan urat nadi harga bahan-bahan pokok. Jika BBM naik ya harga bahan pokok juga ikut naik.
5. Kebutuhan Pokok
Harga kebutuhan pokok yang meroket seperti contohnya cabai dan yang lainnya. Ini merupakan makanan masyarakat dikalangan reformasi. Setiap tahun bahkan bulan harga seperti karet, kadang menguat kadang murah... dan ini pun masih menjadi PR Pemerintah, bagaimana menciptakan harga stabil di pasaran.
6. Wacana Iuran BPJS naik
Kini yang terbaru muncul kenaikan tarif Iuran BPJS, beruntung wacana itu hanya menjadi buah bibir dan ditolak mentah mentah oleh komisi IX. Apa yang akan terjadi jika Iuran bagi masyarakat miskin itu naik...? harapan untuk mendapatkan kesehatan dari program BPJS untuk masyarakat menengah kebawah nampaknya menambah beban.
semoga bermanfaat, sekian dan terima kasih ...





