Sebenarnya kita harus melakukan analisi teknikal terlebih dahulu baru kita melihat analisi fundamental perusahaan tersebut.
Analisis teknikal berupa melihat tabel harga dan grafik harga saham tersebut selama kurang lebih 5 tahun. Ini digunakan untuk mempermudah kita dalam pemilihan saham mana yang harus dilakukan analisi fundamental. Karena jika harus melakukan analisi fundamental dari ratusan perusahaan tersebut kita membutuhkan waktu brpa lama dan berapa hari, gunanya disini adalah untuk mempersingkat waktu.
Setelah itu baru dilakukan analisis fundamental, dimana analisis ini lebih mengarah terhadap kinerja perusahaan dalam jangka waktu pertahun/ paling singkat selama I triwulan.
Pembelian saham dapat dilakukan secara otodidak, bahkan jika beruntung apa yang diimpikan oleh semua orang tercapai(keuntungan). Namun, tetap saja kita harus melihat kondisi internal maupun eksternal dari suatu produk saham tersebut.
Kondisi internal dalam sebuah produk saham yaitu berupa laporan keuangan yang dapat kita analisis. Contoh seperti gambar dibawah ini:
Ini adalah cara untuk memetakan hasil penghitungan perkembangan suatu perusahaan dari tahun ke tahun. Di indonesia sendiri, perusahaan yang sudah IPO() wajib melampirkan laporan keuangannya, semua laporan keuangan tersebut dapat kita liha di laman WWW.IDX.CO.ID disini kita dapat melihat laporan keuangan dari tahun ketahun, yang pasti kita lihat adalah laporan 3(tiga) tahun kebelakang. Namun untuk memperpendek waktu, cukup laporan 1 tahun saja cukup.
Kita analisi dengan cara melihat :
1. Peningkatan aset lancar
2. Total aset
3. Utang jangka pendek
4. Utang jangka panjang
5. Pendapatan kotor
6. Pendapatan bersih
7. Laba per saham
Sebenarnya disini terdapat rumus analisi, namun sangat banyak rumus yang beredar dan belum tentu akurasinya. Jadi penulis menyarankan untuk melihat secara langsung saja. Jka kita bandingkan selama III triwulan laporan keuangan tersebut, terjadi peningkatan maka saham tersebut layak di beli. Tetapi jika sebaliknya, disarankan untuk berdoa dulu lalu membelinya. J
Selanjutnya adalah kondisi eksternal. Ini lah sebenarnya yang berpengaruh besar, bisa dibilang 65%(menurut penulis). Kenapa sangat berpengaruh..?, karena akan ada dorongan dari dalam(perusahaan) untuk memenuhi permintaan pasar. Sehingga terjadilah peningkatan harga yang signifikan. Dari beberapa bahan bacaan yang telah dibaca oleh penulis ada dua indikator sementara(bisa bertambah) untuk menjelaskan hal tersebut.
1. Pertama adalah kondisi ekonomi global.
Sebagai contoh kondisi ekonomi global adalah penurunan tingkat mata uang disuatu negara. ini sangat mempengaruhi harga saham di pasar modal. Namun ini hanya sebagai tolak ukur dari luar saja. Bahkan terdapat juga saham yang naik harganya, namun nilai mata uang negaranya melemah. Yang pasti dan wajib ditakuti para investor adalah kondisi ekonomi global yang kurang stabil dan menyebapkan negara mengalami kerugian besar dari semua sektor pendapatan negara tersebut.
2. Kedua adalah kondisi politik daerah/negara.
Kondisi politik ini bersifat secara fleksibel, tergantung posisi dan kegunaan. Sebagai contoh misalnya saham perusahaan A memproduksi gas. Lalu terdapat saham perusahaan B memproduksi gas yang sama. Namun karena kebijakan yang mengatakan bahwa kebutuhan suatu negara hanya dapat terpenuhi dengan saham perusahaan A, maka harga saham perusahaan A mengalami kenaikan. Karena adanya dorongan dari dalam untuk mencukupi kebutuhan dipasaran. Sedangkan saham perusahaan B yang sama sama memproduksi gas mengalami penurunan, karena pemerintah suatu daerah/negara tersebut lebih mengutamakan gas dari perusahaan A tersebut. Inilah yang membuat produksi, aset dan hutang perusahaan menjadi tidak stabil dan cenderung mengalami kebangkrutan.
sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat.



